belum ada judul
Desember 30, 2007
Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya
menyerahkan seluruh kemampuanku
untuk menyapamu dengan kemesraan yang
paling berterus terang”apa kabar sayang?”
Tapi kau pergi tanpa mengucap selamat tinggal
atau kecupan penghabisan
Aku melihat bayangan-bayangan berlari
bergegas menembus hujan
Dengan cara apa aku harus memahami
kepergianmu yang diam-diam
Seorang gadis kecil dengan mata besar kehijauan
memegang kaleng susu bubuk menggigil kedinginan
menyodorkan kepadaku
Aku merasa pernah melihat gadis kecil ini
disuatu tempat
Atau barangkali dalam puisi-puisimu dulu
Entry Filed under: Poetry. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
hongkong | Januari 1, 2008 at 8:16 am
Atau barangkali dalam puisi-puisimu dulu
………………………………………………………
tidakkah kau lupa ayahku..
aku ini anakmu yang kau buang..
kau tinggalkan secara diam-diam..
dalam kejamnya malam..oek…oek..
kasi judul
kejamnya ayah tiri tak sekejam kang hawi….hehehe…