Jadilah Diri Sendiri

Januari 16, 2008

        Suatu hari sepulang sekolah seorang anak lelaki datang mengadu sambil menangis kepada ibunya. Diceritakanya pada sang ibu ia diolok olok oleh teman-teman sekolahnya. Teman-temanya mengatakan kalau ia anak jelek, pendek, tidak tampan dan miskin. Tak ada yang bisa dibanggakan darinya.                 

Dengan kasih tulus seorang ibu, wanita itu mendekap anaknya yang menangis. Dengan tersenyum diusapnya kepala sang anak, dihapusnya air mata yang mengalir disela pipi mungil itu. Ditatapnya mata kecil itu dengan rasa kasih sayang dan ucapnya,”Kamu tidak perlu kawatir. Semua bukan masalah. Apapun kamu, kamu adalah permata ibu. Percayalah pada ibu, kamu tidak usah menjadi orang lain untuk menyenangkan ibu. Karena kamu sudah sempurna.”

Mata perempuan itu bersinar-sinar melihat wajah anaknya yang masih sedih, kemudian lanjutnya,”Setiap manusia dilahirkan dengan keunikanya sendiri-sendiri. Kita semua dilahirkan berbeda. Pandanglah matamu, kamu punya mata yang bersinar indah. Kamu punya hidung yang lucu, kamu punya rambut yang unik, telinga yang unik, wajah yang unik. Kamu punya sesuatu yang bisa dibagi kepada dunia. Jangan berubah untuk menyenangkan diri ibu, ibu mencintaimu apa adanya”.

Bertahun-tahun setelah kejadian itu sang anak benar-benar menbuktikan apa yang dikatakan ibunya yaitu membagikan sesuatu kepada dunia. Lewat lirik lagu-lagunya ia mengabarkan kepada dunia bahwa yang terbaik adalah menjadi diri sendiri. Tahukah anda siapakah bocah kecil itu? Dialah Billy Joel salah satu maestro musik dunia.

Dari kisah ini kita bisa belajar bagaimana cinta seorang ibu kepada anaknya. Pada saat anak berduka ibu yang pertama menjadi mata air yang mengobati semua duka. Cinta tanpa syarat dari seorang ibu, menjadikan seorang anak belajar bagaimana seharusnya mencintai. Cinta tanpa syarat, tidak memandang warna kulit, kaya miskin, baik buruk rupa, dsb.

Yang kedua kita juga bisa belajar bahwa menjadi diri sendiri adalah yang terbaik. Kita tidak harus mengubah diri hanya untuk menyenangkan orang lain. Maka bersyukurlah orang-orang yang mampu menjadikan orang lain saat bertemu dengan anda, menjadikan orang itu menjadi dirinya sendiri.

Yang ketiga kita belajar bagaimana seharusnya” tidak pernah berhenti untuk mencintai”. Apapun yang terjadi dengan orang yang kita cintai tetaplah mencintai. Apapun yang diraih anak, apakah itu sebuah kesuksesan atau kegagalan tetap curahkan cinta yang sama, cinta yang tulus tanpa pamrih.

Cinta tulus dari ibu menjadi mata air yang akan terus menyirami setiap langkah. “Ibu tidak pernah menyiram pohon ketika berbunga, tetapi ia menyiram pohon maka akan berbunga”. Dan pada saat berbunga ibu pun akan tetap menyiram dengan cinta yang sama.

Entry Filed under: mata air. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS berita nasional

RSS liputan6

RSS internasional

Blogroll

sudah dilihat

tanggalan

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan

Komentar

ninda di Hal-hil
nina di Hal-hil
altafun di Tahajud
Antonina Yunita di Sinau Jowo
bibomedia di Hal-hil
smartinlife di Sinau Jowo
Mbah Atmo Glendem di SEWINDU ANAK JAWA
bisaku di Jalan-jalan Banjarmasin

spam awas

Feed