Archive for Februari, 2008

Swiss in Indonesia

Menikmati Garut, menikmati udara segarnya menghilangkan semua kejenuhan yang saya bawa dari Jakarta. Meski bukan sebagai liburan tapi bagian dari kerja tapi itu sudah cukup memberi kegembiraan untuk saya.

Sambutan perbukitan hijau dikiri kanan jalan sungguh memberi sensasi rasa yang tak pernah dan memang takkan saya temui di Jakarta. Jika sempat bertandang kekota ini jangan tutup jendela anda.Biarkan udara memenuhi paru-paru, mengganti udara yang kita bawa dari Jakarta.Atau biarkan udara membawa terbang semua beban yang selamna ini menghimpit.

Beruntung juga penginapan yang saya tempati adalah salah satu penginapan terbaik yang ada di kota Garut yaitu hotel dengan nama Kampung Sampireun. Sampai sekarang lidah saya tidak bisa dengan benar melafalkan kata sampireun(seperti juga kata’lieur’). Tapi setidaknya saya bisa fasih untuk menikmati setiap ruang yang ada dipenginapan ini.

Saat sampai di Kampung Sampireun keramahan khas orang desa diwujudkan dengan senyum dan juga segelas minuman bandrek untuk menghangatkan badan.Karena udara di penginapan ini memeng lumayan dingin meski siang hari.Krupuk diwadah toples bening juga boleh dinikmati.

Selesai urusan check in saatnya untuk membawa semua barang dan perlengkapan perang(kerja) ke vila.Untuk sampai ke vila saya harus menggunakan sampan. Karena takut sampan terbalik sampan hanya dinaiki dua orang ditambah barang.Tapi karena sampan ada beberapa biji kami semua bisa jalan semua. Sampan ini memiliki nomor yang sesuai dengan nomor kamar.

Setelah urusan barang selesai, saatnya main sampan sambil menunggu sore. Dengan sampan saya berkeliling menikmati udara segar Kampung Sampireun ini.Dari atas sampan anda juga bisa menikmati musik sunda ala Kampung Sampireun, ini jika anda beruntung. Karena live music dipanggung diatas air ini tidak tiap hari selalu ada.Bahkan saya sempat menengok apakah di Kampung ini punya tetangga,jadi dengan sampan saya sempatkan untuk berkeliling danau menengok apakah rumah-rumah diatas air ini ada penghuninya semua.Kebanyakan tetangga saya adalah orang-orang yang sedang berbulan madu entah yang keberapa.Beberapa lagi wisatawan Jepang kalau didengar dari bicaranya.Bahkan beberapa keluarga menginap disini.Suasana yang tenang,udara yang bersih,pemandangan yang indah memang menjadi daya tarik dari Kampung Sampireun.Yang penting jangan pernah anda datang sendiri.Tetapi ada teman saya seorang penulis buku pernah mengatakan jika ingin membuat novel datanglah kesini.Bawa ide dasarnya terusa menginap disini seminggu,suasana romantis dijamin akan membantu anda menemukan inspirasi dalam menulis.

Selain menikmati sampireun saya juga sempat menikmati beberapa tempat. Antara lain pemandangan kawah Kamojang.Kawah yang terkenal dengan Kawah Kereta-nya yang jika dipermainkan bunyinya seperti bunyi kereta.Bahkan saya juga sempat menikmati panasnya sauna alam dikawah ini. Atau anda ingin menikmati akupunktur alami?Disini juga ada.

Tempat lain yang saya kinjungi adalah Masjid Agung Garut yang menjadi kebanggaan masyarakat Garut.Bahkan keindahan yang mengelilingi candi Cangkuang menjadi pemandangan yang tak kalah indah.Jalan-jalan kekota menyusuri kota tua Garut,menikmati makanan khas kota ini menjadi pengalaman yang tak ternilai. Es Goyobod,dodol,sambal cibiuk adalah sebagian dari kekayaan kuliner kota ini.

Masih banyak cerita yang sebenarnya ingin saya dapati dikota ini. Cerita tentang domba adu,tempat wisata Cipanas,kerajinan kulit dan tempat lain yang belum sempat saya kunjungi.

Kapan bisa ke Garutwalking in the sunwalking in the sun lagi ya?

Add comment Februari 16, 2008

INDAHNYA KASIH SAYANG

 

Alkisah disuatu desa yang terpencil tinggal keluarga yang miskin. Saking miskinya untuk makan pun mereka sangat berhemat. Kedua orang tua bekerja seadanya, saat musin tanam tiba mereka dengan giat ikut menjadi kuli untuk menanam. Saat panen menjelang mereka mempersiapkan diri untuk bekerja pada orang-orang kaya didesa mereka menuai padi. Namun tak jarang mereka harus berjalan kaki berpuluh kilometer untuk menjual kayu bakar dikota dan menukarkan hasilnya dengan bahan makanan.

Keluarga ini mempunyai dua orang anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Untuk bersekolah keduanya harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh  lima kilometer. Belum lagi medan yang berbukit-bukit dan jalanan yang masih berupa tanah harus mereka tempuh. Keduanya harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai kesekolah. Perjalanan dengan jauh yang sama harus mereka tempuh dibawah terik matahari saat pulang sekolah.

Sampai satu saat keduanya berhasil menamatkan sekolah mereka sampai sekolah menengah pertama. Sang adik memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu pekerjaan orang tuanya. Selain itu ia meminta kakaknya untuk melanjutkan sekolah dan berjanji akan membantu kakaknya sekuat tenaga.

Beberapa tahun kemudian sang kakak lulus dari perguruan tinggi dan menjadi seorang sarjana dengan predikat sangat memuaskan. Dengan ijasah itu Sang Kakak mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih dari cukup. Tidak berapa lama Sang Kakak menikah dengan seorang direktur sebuah perusahaan pribadi yang mulia perilakunya.

Akhir kata Sang Kakak mengajak orang tua dan adiknya untuk pindah kekota. Tetapi dengan halus kedua orang tuanya menolak dan mengatakan seandainya mereka pergi siapa yang akan merawat kakek dan nenek yang sudah buta? Kakek ingin meninggal saat anak-anaknya ada didekatnya. Sedangkan Sang Adik beralasan ingin membantu dan menjaga kedua orang tuanya.

Satu saat Sang Adik menikah. Dalam suasana yang menenteramkan mereka dapat berkumpul kembali seperti waktu kecil dulu. Bercengkerama hangat menceritakan kejadian-kejadian yang mengantar mereka menjadi seperti saat ini.

Sang Kakak berterima kasih kepada orang tuanya yang telah memberikan kasih sayang yang sangat besar meskipun saat itu dalam keadaan yang sangat kekurangan. Ia sangat bersyukur mempunyai orang tua yang melimpahi dirinya dengan perhatian. Sang Kakak juga berterima kasih dengan Sang Adik yang telah mendukung hingga dirinya bisa menjadi seperti saat ini. Sang Kakak sangat bersyukur dikarunia keluarga yang penuh dengan kasih sayang.

Dalam suasana hening Sang Adik memeluk Sang Kakak. Dengan berurai air mata diucapkanya rasa terimakasih yang sangat tulus untuk Sang Kakak dan kedua orang tuanya. Sang Kakak tercenung. Baru kali ini dilihatnya Sang Adik yang sangat tegar, bersimpuh dengan barurai air mata.

Kemudian Sang Adik bercerita.”Satu hari saat dimusim hujan, kami hendak pulang selesai pelajaran di sekolah dasar. Ditengah perjalanan hujan turun dengan lebat. Baju seragam satu-satunya akan basah kuyup seandainya kami tetap memakainya. Dengan plastik yang kami temukan dijalan kami memutuskan untuk membungkus buku dan seragam sekolah. Tetapi plastik itu hanya muat untuk buku dan satu baju punyaku. Saat itu kakak memutuskan untuk melepas baju dan memberikanya padaku untuk aku pakai. Dengan selembar daun pisang kami berharap seragam ini akan tetap kering sampai kerumah. Tetapi karena kedinginan dan kecapaian aku tak mampu lagi berjalan. Kakak kemudian menggendongku sampai kerumah. Baju yang aku pakai pun akhirnya basah kehujanan.. Pada malam harinya aku mendapati kakak sedang mengeringkan baju yang basah. Buku-buku yang terkena air juga dikeringkan. Tetapi saat itu aku baru tahu kalau tangan kanan Kakak membiru dan mati rasa karena kedinginan. Kaki Kakak juga bengkak terkena duri sepanjang perjalanan. Bahakan beberapa luka mengeluarkan darah yang mulai mongering. Tetapi tetap tidak keluar keluhan dari Kakak. Malah dengan tegar Kakak merebuskan air untuk mengahangatkan badanku. Pada saat itulah aku berjanji dalam hati. Apapun akan lakukan untuk membalas seluruh kasih sayang yang telah diberikan Kakak. Karena Kakak lah yang menjadikan hidupku bisa seperti sekarang ini. Terima kasih untuk kasih sayang yang Kakak berikan padaku.”

Berkaca dari kisah diatas alangkah indahnya sebuah kasih sayang. Pada dasarnya kehidupan manusia adalah lingkaran tolong menolong. Dengan kasih sayang tulus semua cobaan yang berat akan terasa lebih nikmat untuk dijalani. Tanpa kasih sayang kepada orang lain jangan berharap kemuliaan datang kepada anda. Tidak ada uang yang datang kepada anda tanpa perantara orang lain. Sudah bukan masanya lagi uang jatuh tiba-tiba dari langit. Tidak ada pangkat yang datang tanpa anda berbuat baik pada atasan atau bawahan anda. Tidak ada kehormatan yang datang dengan tiba-tiba tanpa perantara orang lain.

Karena semua kualitas hidup anda semua melalui orang lain sudah semestinya anda memperbaiki hubungan dengan orang lain itu dengan lebih baik. Jika anda minta kepada Tuhan kemuliaan maka mulai saat ini perbaiki hubungan anda dengan orang orang disekitar anda. Karena kemuliaan dari Tuhan selalu diberikan melalui perantara orang lain.

Anda dikatakan mulia karena itu pendapat orang lain, anda dikatakan kaya karena itu perkataan orang, anda dianggap baik itu menurut orang. Anda menjadi pemimpin karena ada perantara orang berupa orang yang mau dipimpin. Jadi akan sangat aneh jika ada seorang pemimpin yang bersikap buruk kepada orang-orang yang dipimpinya. Jika anda karyawan anda mendapat gaji melalui perantara orang lain bukan? Jika anda seorang sales marketing anda mendapat bisa menjual karena ada orang lain bukan? Jika anda seorang direktur perusahaan anda mendapat keuntungan dari kerjasama dengan orang lain bukan? Jika anda seorang penceramah, anda dikatakan penceramah baik jika ada orang yan gmau mendengar ceramah anda bukan? Tidak ada kebaikan, kemuliaan yang anda dapat dari Tuhan tanpa melalui perantara orang lain. Semakin banyak orang yang menjadi perantara kemuliaan anda maka semakin mudah Tuhan menurunkan kemuliaan kepada anda.

Karena itu dengan kasih sayang muliakan manusia, maka Tuhan akan memuliakan kita semua. Amin

  

****** Semoga bermanfaat

  

Add comment Februari 1, 2008


Kategori

RSS berita nasional

RSS liputan6

RSS internasional

Blogroll

sudah dilihat

tanggalan

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Tulisan

Komentar

ninda di Hal-hil
nina di Hal-hil
altafun di Tahajud
Antonina Yunita di Sinau Jowo
bibomedia di Hal-hil
smartinlife di Sinau Jowo
Mbah Atmo Glendem di SEWINDU ANAK JAWA
bisaku di Jalan-jalan Banjarmasin

spam awas

Feed