Archive for Maret, 2008
Setu Babakan
Jalan-jalan ke Setu Babakan untuk kedua kalinya membuatku merasa lebih bersyukur. Betapa tidak?Tiga setengah tahun yang lalu saat datang ketempat ini pemandangan yang terlihat disekitar danau banyak didominasi oleh sampah. Mulai dari sampah daun sampai sampah buangan pengunjung berupa plastik dan kertas. Tapi syukur, untuk saat ini tempat itu sudah berubah lebih cantik, lebih bersih, lebih manusiawi.
Kedatangan ke dua ditempat ini, seperti kedatangn yang pertama juga untuk keperluan kerja yaitu meliput sebagian dari kegiatan yang ada di
Setu Babakan sendiri merupakan salah satu setu (danau) yang masih ada di Jakarta. Tempat ini berada dipinggiran Jakarta yaitu diwilayah Jagakarsa. Setu ini menjadi salah satu penyangga keberadaan air untuk Jakarta. Pada saat hujan tempat ini akan menjadi tempat penampungan alami untuk air hujan dan pada saat musim kemarau dari tempat inilah sebagian air untuk penduduk Jakarta disediakan.
Setu Babakan bahkan oleh Pemerintah DKI menjadi salah satu tempat yang di lindungi. Hal ini juga berhubungan erat dengan keberadaan masyarakat adat Betawi yang menjadi cikal-bakal kota Jakarta. Disetu babakan ini keberadaan dan eksistensi budaya betawi terus dipertahankan dan dikembangkan.
Melihat anak-anak kecil belajar tari-tarian betawi menjadi pemandangan yang susah saya temui ditempat yang semakin sibuk ini. Sungguh bahagia saya bisa menyaksikan pemandangan ini. Melihat kelucuan yang kadang muncul saat mereka mengikuti aba-aba dari pembimbingnya, menjadi obat hati yang tak terperi. Atau tiba-tiba ada anak yang lupa gerakan karena melihat teman lain.
Melihat ibu-ibu yang antusias mengantar anak-anak mereka untuk datang belajar kesini membuat saya berharap setidaknya untuk waktu yang lama saya akan bisa menikmati keindahan tarian-tarian ini.
Semoga saat saya datang kembali semua berubah menjadi lebih baik lagi. Semoga tari-tarian ini akan terus ada di Setu Babakan
Add comment Maret 2, 2008